Ketika Jarak Dilenyapkan dan Diri Ditinggikan
Isra’ Mi‘raj bukan sekadar peristiwa perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu menembus lapis-lapis langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam perspektif sufistik, peristiwa ini adalah isyarat tentang kemungkinan kedekatan hamba dengan Tuhan, ketika jarak ruang dan waktu dilenyapkan oleh kehendak Ilahi, dan diri manusia ditinggikan oleh kesucian batin. Allah berfirman: سُبْحَانَ…