Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Asshomadiyah, KH. Muad Makki, menghadiri acara diskusi dan bedah buku bertajuk “Sejarah BASSRA: Potret Perjuangan Ulama Madura” yang digelar pada Selasa (10/02/2026). Kehadiran beliau menambah khidmat suasana diskusi yang mengupas tuntas rekam jejak Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA).
Dalam kesempatan tersebut, KH. Muad Makki tampak berbaur dengan sejumlah tokoh ulama dan akademisi. Beliau menekankan bahwa buku ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan kompas bagi generasi muda untuk memahami bagaimana ulama Madura senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu umat dan kebangsaan.
KH. Muad Makki, menyoroti dua point penting dalam diskusi tersebut, yaitu mengulas peran strategis BASSRA sebagai wadah pemersatu persepsi ulama di empat kabupaten di Madura, dan bagaimana nilai-nilai perjuangan ulama terdahulu tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
KH. Muad Makki menyoroti pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai pusat literasi dan pergerakan sosial.
“Buku ini adalah cermin bagi kita semua. Perjuangan para masyayikh di BASSRA mengajarkan bahwa sinergi dan silaturahmi adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan umat di tanah Madura,” ujar KH. Muad Makki di sela-sela acara.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para peserta berharap kegiatan literasi seperti ini terus digalakkan agar sejarah perjuangan tokoh-tokoh lokal tidak lekang oleh waktu.