Di tengah langit Madura yang teduh, ratusan santri, alumni, ulama, serta masyarakat umum memadati halaman Pondok Pesantren Asshomadiyah, Burneh, Bangkalan. Mereka hadir dalam satu momen penuh makna, memperingati 40 hari wafatnya dua sosok bersahaja namun berpengaruh dalam sejarah keluarga besar Asshomadiyah K Abdul Haq Noer dan KH. Muhammad Yasin Noer.
Dua bersaudara ini adalah putra dari Nyai Hj. Maimunah Makki dan almarhum Allahyarham KH. Nurcholis Yasin lebih dikenal sebagai KH. Mukhlis Yasin dan cucu langsung dari pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah, KH. Makki Syarbini. Garis nasab keilmuan dan spiritual yang mereka warisi bukan hanya melahirkan kealiman, tapi juga jejak pengabdian yang membumi.
Peringatan ini bukan sekadar ritual tahlil dan doa bersama. Ia menjadi ruang kontemplasi tentang pentingnya menguatkan akar baik dalam tradisi, nilai, maupun ikatan sosial. Dalam suasana khidmat, para tokoh pesantren dan masyarakat menyuarakan harapan agar nilai-nilai perjuangan, keteladanan hidup sederhana, serta semangat melayani umat yang diwariskan oleh almarhum dapat terus dilanjutkan lintas generasi.
KH. Muhammad Yasin Noer dikenang sebagai pribadi tegas namun penuh kelembutan, yang tekun membina para santri dengan keteladanan akhlak dan keteguhan prinsip di Pondok Pesantren Al Fath Jalen, Tambun, Belasi, Jawa Barat. Sementara K Abdul Haq Noer dikenal dengan sikapnya yang rendah hati dan penuh ketenangan.
“Beliau berdua adalah dua mata air keteladanan di tengah keluarga besar pesantren. Mereka hidup tidak untuk mengejar nama, tetapi untuk menjaga nilai. Dan hari ini kita diingatkan, bahwa perjuangan tak pernah wafat ia hanya berganti wajah dan generasi”, ujar Lora H. Abdus Shomad
Peringatan ini ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Jazuli Nur, sevelumnya pembacaan asroqol anam oleh Lora H. Subhan, dan Tahlil KH. Abu Dzarrin al Hamidy. Kehadiran tokoh-tokoh pesantren lintas generasi pun menegaskan bahwa keluarga besar Asshomadiyah bukan sekadar institusi pendidikan, tapi juga rumah nilai, rumah spiritualitas, dan rumah memeperjuangkan Islam.