Bangkalan, 25 Maret 2026 — Ikatan Santri dan Alumni Asshomadiyah (IKSADIYAH) menggelar kegiatan halal bi halal yang berlangsung khidmat di kediaman H. Jufriyadi, Dekkok, Tanah Merah, Bangkalan. Acara ini dihadiri ratusan santri, alumni, serta keluarga besar Pondok Pesantren Asshomadiyah.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah tausiah yang disampaikan oleh Nyai Hj. Cicik Mursyidah Muqaffi. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang sederhana namun penuh makna, yang disambut antusias oleh para hadirin.
Nyai Cicik mengawali tausiah dengan refleksi pribadi tentang perjalanan hidupnya. Ia menyampaikan bahwa meskipun bukan menantu tertua secara urutan, namun saat ini menjadi menantu tertua yang masih hidup. Dari pengalaman tersebut, ia mengajak jamaah untuk menerima takdir Allah dengan lapang dada.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa salah satu kunci menjalani hidup adalah tidak banyak mengeluh. Menurutnya, sikap mengeluh hanya akan memperberat beban hidup, sementara solusi justru datang dari kedekatan dengan Allah. “Cintailah Allah, maka Allah akan memberi jalan keluar dari setiap masalah,” ujarnya, merujuk pada prinsip bahwa Allah akan memberikan jalan keluar (yaj‘al lahu makhraja) bagi hamba-Nya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya tawakal dalam urusan rezeki. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah meminta kepada alumni, namun Allah selalu mencukupi kebutuhannya. Hal ini menjadi teladan bahwa rezeki sepenuhnya berasal dari Allah.
Dalam suasana penuh keakraban, Nyai Cicik juga menyampaikan pesan tentang hakikat ujian hidup. Ia menjelaskan bahwa sakit dan kesulitan merupakan bagian dari ujian Allah kepada manusia. Bahkan, dengan nada ringan yang disambut tawa jamaah, ia mengisahkan tentang Firaun yang disebut tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. Dari kisah tersebut, ia mengingatkan bahwa kehidupan tanpa ujian bukanlah tanda kebaikan.
Kegiatan halal bi halal ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, mempererat silaturahmi antar santri dan alumni. Tausiah yang disampaikan menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta untuk menjalani hidup dengan sabar, tawakal, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.