Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dukungan dan harapan terus mengalir dari para ulama pesantren. Salah satunya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Asshomadiyah Burneh, Bangkalan, KH. Muad Makki.
KH. Muad Makki menyampaikan pesan mendalam terkait pelaksanaan perhelatan tertinggi warga Nahdliyin tersebut. Beliau berharap Muktamar ke-35 NU di Tambakberas berjalan aman, sejuk, dan lancar, serta tetap menjaga muruah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia.
“Kami sangat berharap Muktamar ke-35 NU ini benar-benar berjalan secara independen, kondusif, dan mengedepankan nilai-nilai khittah NU. Semoga permusyawaratan ini dijauhkan dari segala bentuk praktik politik praktis maupun kepentingan transaksional yang dapat mencederai keikhlasan berkhidmat,” ujar KH. Muad Makki.
Lebih lanjut, KH. Muad Makki menegaskan pentingnya melahirkan kepemimpinan NU yang amanah dan visioner. Pemimpin yang terpilih diharapkan mampu membawa Nahdlatul Ulama menjawab tantangan zaman tanpa mengorbankan jati diri keislaman dan kebangsaan.
“Harapan utama kita tentu melahirkan sosok pemimpin yang tidak hanya berilmu dan bertakwa, tetapi juga ngayomi (mengayomi) seluruh warga Nahdliyin serta berani memegang teguh prinsip independensi organisasi. Semoga Allah SWT memberkahi seluruh proses Muktamar di Tambakberas ini,” tambahnya.
Penunjukan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU dinilai membawa nilai historis yang kuat, mengingat Jombang merupakan tanah kelahiran para pendiri (muassis) Nahdlatul Ulama.